Rintihan Untuk Hal Yang Kulakukan

Dahulu kala ada seorang anak SMP yang sangat memimpikan sekali untuk dapat belajar di perguuruan tinggi. Tidak cerdas tidak juga bodoh (biasa-biasa saja), namun anak ini selalu menduduki prestasi 10 besar dalam kelasnya ( pernah juga juara 2 ). UI itu cita-citanya, ntah mau melanjutkan di jurusan mana nantinya dia belum tau. Hari berganti hari waktu demi waktu terus berjalan si anak SMP kini pun telah beranjak SMA.  Agak nakal memang, namun anak ini masih dinilai cerdas oleh para gurunya. Bayangkan saja, walaupun sering tidak masuk ia masih bisa menduduki peringkat 10 besar di kelasnya. Namun sayang karena pertimbangan alpha nya yang cukup banyak ( 34 hari  selama 2 semester ) anak ini terpaksa tidak dinaikan. Ia merasa aneh karena nilai raport semester pertamanya cukup bagus ( 10 besar ) dan semester kedua nya pun lumayan ( walaupun ada penurunan ) namun mau gimana lagi nasi telah menjadi bubur, dan semua terjadi demikian adanya. Seketika itu semua terasa berubah. Teman yang tadinya pandai memuji kini mulai pandai mencaci, keluarga yang tadinya tidak perhatian kini sangat perhatian bahkan sampai over protected. Pernah waktu itu karena saya sering memakai uang bayaran untuk keperluan pribadi, saya sempat ditelanjangi di rumah karena mereka pikir saya terkena “narkoba”, ada uang yang hilang saya lah dalangnya ( itu menurut mereka). Dan saat-saat itupun terasa sangat berat.

Susah untuk bangkit, akhirnya selama saya SMA saya dicap anak yang bandel dan pembolos n narkoba (itu katanya). Mungkin karena poster tubuh saya yang kurus tinggi dan terlihat lemas dengan bentuk kelopak mata yang sedikit turun membuat mereka menganggap demikian. Namun saya tetap berusaha untuk berdiri dan membuktikan bahwa saya masih “manusia”, setelah itu saya lulus dengan nem 27++ (3 matapelajaran) bukan nilai murni memang. Waktu itu sekolah mendapatkan bocoran UAN dan saya dengan teman sayalah yang kebetulan menjadi dalangnya ^^.

Saya tidak akan menceritakan bagaimana saya mendapatkan bocoran tersebut, namun bagi saya itu adalah langkah awal saya untuk bangkit. Sayangnya lain di kenyataan, karena hal itu saya mendapat peran baru. “Klo mau lulus hubungi izul aj, dia tuh kemaren yang kasih bocoran ke kita semua.”, bahkan ada seorang teman yang menelpon saya mohon-mohon minta bocoran untuk adiknya yang SMP (bahkan mau membayar mahal), dan sampai kini saya yang alhamdulillah kulian di PTN masih pernah mendapat telepon dari adik kelas saya yang mengajak berbisnis “bocoran UAN” dengan iming-iming bayaran yang menurut saya lumayan ^^.  Saya merasa sangat terganggu dengan hal tersebut, seakan-akan semua hal yang menyangkut diri saya merupakan sekumpulan pengalaman yang sangat suram untuk esok. Continue..

4 Tanggapan »

  1. Ferry ZK Berkata:

    on Oktober 24, 2007 at 7:47 am

    ehhh sembarangan bilang dalangnya tar di tangkep polisi baru tauuu…

    Paling lo yang dipilih buat ngedarin coz lo yang paling keblinger he.. he..

    laki - laki koq merajuk :P

  2. Pipit Berkata:

    on Oktober 29, 2007 at 6:11 am

    Wah, saatnya bangkit Ji, biar cap yang jelek-jelek ilang semua. Toh dah dibuktikan berhasil masuk PTN, berarti masih harus membuktikan sukses di masa depan. Ok? Semangat, ya…..

  3. ZulFazri Kasmi Berkata:

    on Oktober 29, 2007 at 2:25 pm

    No Comment

  4. dewo Berkata:

    on Nopember 25, 2007 at 4:24 pm

    Ayo bangkitkan kembali semangatmu untuk menapak hari yang lebih baik. Dunia ini indah jika dilalui dengan baik. Tinggalkan masa suram itu dan mentas ke hidup yang lebih baik.

    Semoga sukses. Salam.

{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan Komentar